Zona 7 Hari ke-1 Pendidikan Seksualitas
Tugas Mandiri.
Insight yang didapat dari diskusi kelompok Regional Malang Raya.
Tema:
1. Urgensi pendidikan seksual
2. Tahapan pendidikan seksual
3. Pengaruh media digital terhadap perkembangan seksualitas
4. Pendampingan aqil baligh
5. Pencegahan dan penanganan korban pelecehan seksual
Dari hasil diskusi dapat saya simpulkan:
1. Pendidikan seksualitas sangat penting diberikan sejak anak usia dini, dengan menyesuaikan usia anak, kemampuan berpikir anak, pemilihan kosakata yang sesuai dan dengan cara yg tepat.
2. Banyaknya kasus pelecehan/ penyimpangan seksual terjadi karena beberapa faktor, diantaranya:
- ortu tdk/kurang mampu mengkomunikasikan tentang seksualitas dg anak, sehingga anak mencari referensi dari sumber lain.
- ortu tdk melakukan pendampingan yg dibutuhkan anak untuk memiliki identitas gender yg kuat.
- abai dalam penggunaan gadget.
- kurangnya penanaman lifeskill dlm menjaga fitrah seksual
3. Membahas pertanyaan2 yg muncul saat diskusi berlangsung:
- Ada fase usia anak yg suka menggesek kemaluan. Orang tua perlu mendekati dan menasehati anak dengan cara yg tepat agar tdk meninggalkan luka batin pengasuhan.
- Anak perlu melihat relasi sehat orang dewasa antara sesama gender maupun berbeda gender. Anak jug perlu menyaksikan bgm cara resolusi konflik dengan cara yg sehat. Anak perlu belajar cara bersikap asertif. Anak perlu belajar cara menolak dengan santun dan mampu mengatakan tidak tanpa merasa terintimidasi.
- Mengenai LGBT dan SSA, pada anak perlu dikuatkan faktor keimanan sebagai benteng utama, kemudian penguatan identitas gender, wawasan yg benar mengenai fitrah seksualitas manusia bahwa laki2 tertarik dg perempuan (lawan jenis) bukan sesama jenis, dan anak diajarkan untuk mampu mengenali lingkungan dan mampu/berani menolak ajakan penyimpangan.
4. Pengaruh media digital terhadap pemahaman seksualitas:
- pengaruh negatifnya dapat merusak otak, khususnya pada anak usia dini, dapat menyebabkan bergesernya orientasi seksual, menjadi jalan pintas pelampiasan hasrat seksual yg tdk tersalurkan, anak mendapatkan informasi seksual yg vulgar tdk sesuai umur, dan menganggap biasa melihat penyimpangan yg terjadi di masyarakat.


Komentar
Posting Komentar