Surat Cinta untuk Ananda (Pantulan Warna Zona 2)
Dear anakku sayang,
Tahukah kamu, bahwa agar pisau itu menjadi tajam, ia perlu diasah. Agar kue menjadi matang, ia perlu dipanaskan dalam oven. Agar muncul sayap kupu2 yg indah, seekor ulat perlu proses panjang yg melelahkan...
Anakku, terima kasih telah menjadi anakku.. kehadiranmu mewarnai hidup bunda menjadi indah berwarna - warni.
Membersamai kalian berdua sungguh hal yg tdk pernah terbayangkan dalam benak bunda sebelumnya.
Mengamati bagaimana kaki2 kecilmu mulai menapak kuat mengayuh sepeda roda duamu, membuat bunda terkagum2 menyaksikan pencapaianmu. Bagaimana raut wajah riangmu bercerita kepada bunda dan papa tentang keberanianmu bersepeda ke sekolah. Ada rasa cemas terselip di wajah bunda dan papa, tapi kami mencoba untuk percaya bahwa kamu sedang belajar dan kamu akan semakin pintar dengan bertambahnya jam terbang. Namun demikian, bunda dan papa tetap berkewajiban menyediakan lingkungan yg aman untuk memastikan, bahwa proses latihan yg kamu lakukan tdk akan menerobos batas resiko yg tdk dpt kami terima.
Begitu juga dengan si adik, yang suka sekali menemani bunda di dapur. Bahagia rasanya melihat adik menemani bunda dengan wajah berbinar. Bagaimana tangan2 kecilnya meletakkan sendok, garpu dan pisau di tempatnya masing2 sambil berlatih membilang sekenanya..


Komentar
Posting Komentar