Komunikasi Produktif Hari ke-7

Hari ini, Rabu 9 September 2020


Rencana semula, saya akan mengulang komunikasi produktif dengan suami dengan memanfaatkan gesture.  Rencana tersebut saya batalkan, karena hari ini si bungsu sedang berulang tahun yang ketiga dan saya akan memanfaatkan hari ini untuk melakukan komunikasi dengannya.  Kami telah bersepakat saat ulang tahun nanti adik akan berhenti menyusu.  Saya bertekad untuk menyapih anak tanpa menggunakan oles2 pahit2an, oles2 lipstik, tanpa disuwukkan ke orang pintar dll.  Sy memilih menyapih menggunakan teknik wwl (weanning with love), yang telah saya lakukan sejak Ia berusia 2 tahun.  


Setelah saya amati selama satu tahun terakhir, nampaknya saya dan si bungsu sama2 belum siap untuk menyapih dan disapih.  Sehingga di awal usia 2 tahun itu perlahan saya mengurasi intensitas menyusu anak saya hingga berhasil menyusu hanya malam hari sebelum tidur saja.  Teknik wwl disertai dengan sounding tiap malam, memberikan asi ketika Ia meminta, mengalihkan perhatiannya dari keinginan menyusu dan tidak menawarkan jika si anak tidak meminta.  Namun, karena saya sendiri masih belum siap, maka saya kurang istikomah saat melakukan sounding malam.  Saat Ia meminta saya tidak berusaha mengalihkan perhatiannya, tetapi terus menuruti kemauannya. Dan kadang saat Ia tidak memintapun, saya malah menawarkan untuk menyusui..


 Temuanku Hari ini:


Sebagian orang pernah menceritakan pengalaman menyapih anaknya.  Ada yg mudah dan ada yg susah.  Ketika saya telah siap lahir dan batin, saya dapat menolak permintaan anak untuk kembali menyusu dengan cara yang ramah.  Saya juga dapat mengalihkan permintaannya dengan meniupkan balon dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.  Saat akan tidur siang Ia kembali merengek dan memukul, karena saya menolak menyusui.  Saya memberikan pengertian padanya, sambil terus memeluknya.  Saya bertekad akan menyapih dengan penuh cinta.  Saya menemaninya bermain dan kami menghabiskan siang dengan banyak bermain, tertawa dan berpelukan.  Saya menemaninya bermain hingga Ia tertidur.  Alhamdulillah satu langkah telah saya coba.  Saya bertekad dapat menyapih anak dengan mudah dengan pertolongan Allah.


Tantangan Yang Kuhadapi Hari Ini:


Saya menghadapi kejengkelan anak.  Ia menangis, menjerit dan memukul.  Hanya sebentar sih, tetapi rupanya kegaduhan itu mengganggu kakaknya yg sedang kuliah daring.  Akhirnya saya mengalah mengajak anak keluar dari rumah dan standby di toko.  Kebetulan toko kami adalah rumah lama kami, sehingga anak sudah terbiasa tidur di kamar yang ada disana.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini:


Saya banyak mengamati kekesalan yang dikomunikasikan secara tidak langsung oleh anak saya dengan cara membaca gesture yang nampak.  Anak berteriak, menangis dan memukul sambil cemberut, menunjukkan bahwa penolakan saya untuk menyusui membuatnya kesal.  Namun ekspresinya segera berubah tatkala menyaksikan saya tetap ada di dekatnya dan bersedia menemaninya bermain.


Rencana Untuk Esok Hari:


Besok saya akan mencoba melakukan proses komunikasi dengan lebih banyak menggunakan kontak mata


Bintang yg saya peroleh hari ini ☆☆☆☆


Tagar :

#harike-7

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

Komentar

Postingan Populer